Tergantung Keuangan Negara, Pembangunan Infrastruktur yang Andalkan APBD/APBN Makan Waktu Lama

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Februari 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com @Sri Mulyani Indrawati)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com @Sri Mulyani Indrawati)

JAKARTA – Pembangunan infrastruktur yang hanya mengandalkan APBD maupun APBN, maka prosesnya akan memakan waktu lama.

Sebab pembangunan tersebut nantinya akan bergantung terhadap kondisi keuangan negara.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan hal itu saat menjadi pembicara pada Retret Pembekalan Kepala Daerah di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di banyak negara, membangun berbagai infrastruktur itu enggak selalu 100 persen APBD atau APBN.”

“Karena kalau mau menunggu APBD atau APBN, itu bisa lama banget,” katanya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kata dia, telah membuat berbagai instrumen untuk melahirkan kreativitas dalam pembiayaan pembangunan.

Karena itu, pembangunan infrastruktur tetap dapat dilakukan oleh daerah meski jumlah APBD-nya terbatas asal mau berinovasi.

“Tapi memang itu perlu banyak kerja keras, komitmen-komitmen, dan juga keahlian dari sisi keuangan,” katanya.

Apabila ragu melakukan kreativitas pembiayaan, dirinya menyarankan pemda agar dapat berkonsultasi kepada pihak terkait.

Termasuk Kemenkeu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), maupun aparat penegak hukum.

Dia membeberkan berbagai sektor pembangunan infrastruktur yang dapat dikolaborasikan dengan skema pembiayaan inovatif.

Menurut dia, selagi pembangunan tersebut bisa menghasilkan pendapatan, maka pembiayaan inovatif dapat dilakukan.

Hal ini seperti penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan layanan rumah sakit.

“Itu sebetulnya bisa dibangun oleh pihak swasta dengan instrumen pembiayaan yang kreatif,” katanya.

Ia meyakinkan pemda agar tidak perlu khawatir, selama langkah yang diambil untuk mendukung pembangunan.

“Kalau benar-benar mau membangun untuk sesuatu yang create growth, menciptakan pertumbuhan, kesempatan kerja, perbaikan kesejahteraan, menurut saya kita semuanya bisa bekerja,” ujarnya

Dirinya berharap, retret yang digelar Kemendagri tersebut menjadi momentum bagi para kepala daerah untuk saling berkomunikasi.

Sekaligus melihat instrumen yang dapat dikolaborasikan satu sama lain.

Pihaknya akan terus mendukung kepala daerah agar dapat bekerja dengan baik dalam membangun daerahnya masing-masing.

“Kementerian Keuangan akan terus mendukung agar Bapak dan Ibu sekalian sukses menjaga daerah, membangun daerah.”

“Menggunakan keuangan baik APBD dan APBN, keuangan negara secara baik sebagai instrumen penting dalam memajukan Indonesia,” katanya.

Sri Mulyani mendorong kepala daerah berinovasi dalam membiayai pembangunan di daerah.

Menkeu di Magelang Minggu (23/2/205) malam menyampaikan bahwa pemerintah daerah (Pemda) dapat melakukan kreativitas pembiayaan.

Tanpa harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dia menjelaskan, banyak skema pembiayaan yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak termasuk sektor swasta.

Dirinya mengapresiasi pemda yang telah berkreasi dalam membiayai pembangunan.

Ia menyadari langkah ini membutuhkan komitmen dari para pemangku kepentingan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Mengapa Press Release Masih Ampuh Menjaga Reputasi Korporasi Saat Krisis Informasi Semakin Kompleks
Persrilis.com Berikan Diskon Maksimal Press Release Hingga 31 Juli 2026, Peluang untuk Perkuat Branding Digital
Persrilis.com Perkuat Distribusi Press Release Nasional dengan New Media Network, Sasar Efektivitas Komunikasi Korporasi
PR Newswire – PSPI Perluas Sebaran Informasi Korporasi melalui Jaringan 175 Media Online Lokal
Mengapa OKX Jadi Pilihan Tepat untuk Pemula di Dunia Crypto
BRI Apresiasi Kepercayaan Pemerintah dalam Penempatan Dana Rp55 Triliun, Fokus Salurkan Kredit UMKM dan Program Prioritas Pemerintah
Akses Data Dukcapil, Terobosan BRI Percepat Layanan dan Kredit Mikro
BRI Gelar News Fest 2025, Wadah Jurnalis Ciptakan Karya Berdampak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:37 WIB

Mengapa Press Release Masih Ampuh Menjaga Reputasi Korporasi Saat Krisis Informasi Semakin Kompleks

Senin, 18 Mei 2026 - 06:59 WIB

Persrilis.com Berikan Diskon Maksimal Press Release Hingga 31 Juli 2026, Peluang untuk Perkuat Branding Digital

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:15 WIB

Persrilis.com Perkuat Distribusi Press Release Nasional dengan New Media Network, Sasar Efektivitas Komunikasi Korporasi

Selasa, 18 November 2025 - 14:32 WIB

PR Newswire – PSPI Perluas Sebaran Informasi Korporasi melalui Jaringan 175 Media Online Lokal

Jumat, 7 November 2025 - 20:35 WIB

Mengapa OKX Jadi Pilihan Tepat untuk Pemula di Dunia Crypto

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB