AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNSHAN, Tiongkok, 18 April 2026 /PRNewswire/ — AUTOFLIGHT menuntaskan uji coba perdana pengiriman teh musim semi dengan pesawat eVTOL kelas 2 ton di Provinsi Guizhou, kawasan pegunungan di Tiongkok bagian barat.


ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam uji coba tersebut, AutoFlight mengoperasikan CarryAll (V2000CG)—pesawat eVTOL tanpa awak yang sepenuhnya otonom—untuk mengangkut teh segar dari Anshun ke Guiyang, dua kota di Guizhou yang berjarak sekitar 120 kilometer. Penerbangan tanpa awak ini melintasi medan pegunungan yang terjal hanya dalam waktu 37 menit, jauh lebih cepat dibandingkan jalur transportasi darat di kawasan tersebut.

Setelah diangkut melalui jalur udara dengan eVTOL, teh segar tersebut lalu dikirim dengan kereta cepat dari Guiyang ke Shanghai, berjarak hampir 2.000 kilometer. Dengan model logistik terintegrasi "eVTOL + kereta cepat", pengiriman berlangsung pada hari yang sama sehingga teh yang baru dipetik dari perkebunan di pegunungan barat dapat diterima oleh konsumen di kota-kota besar di wilayah timur Tiongkok dalam waktu kurang dari 24 jam.

Keunggulan Utama Solusi eVTOL Otonom

  • Kemampuan terbang otonom: Tanpa kehadiran pilot di dalam pesawat, meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional untuk pengiriman kargo
  • Kecepatan tinggi: Menempuh jarak 120 km di wilayah pegunungan dalam 37 menit, memangkas waktu tempuh hingga berjam-jam dibandingkan transportasi darat
  • Ramah lingkungan: Sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, bebas emisi operasional dan memiliki tingkat kebisingan rendah, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan
  • Fleksibilitas tinggi: Mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa membutuhkan landasan pacu, mendukung pengiriman langsung dari satu titik ke titik berikutnya.

Tentang AutoFlight CarryAll (V2000CG)

CarryAll (V2000CG) merupakan pesawat eVTOL kelas 2 ton pertama di dunia yang memperoleh Sertifikat Tipe (Type Certificate/TC), Sertifikat Produksi (Production Certificate/PC), dan Sertifikat Kelaikudaraan (Airworthiness Certificate/AC) dari Civil Aviation Administration of China (CAAC). Sebagai pesawat kargo tanpa awak yang sepenuhnya otonom, CarryAll (V2000CG) menawarkan performa unggul untuk berbagai kebutuhan logistik:

  • Kapasitas muatan maksimum: 400 kg
  • Jangkauan maksimum: hingga 200 km
  • Kecepatan jelajah: sekitar 180 km/jam

Pernyataan dari Eksekutif

Li Yun, CCO, AutoFlight

"Model inovatif ‘pengiriman udara eVTOL otonom + jalur utama kereta cepat’ mampu mengatasi hambatan logistik di wilayah pegunungan. AutoFlight akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperluas penerapan model logistik kargo otonom yang efisien dan ramah lingkungan ke lebih banyak sentra produksi pertanian. Dengan demikian, komoditas pertanian lokal berkualitas tinggi dapat menjangkau pasar nasional secara lebih cepat sehingga mendorong pemutakhiran industri daerah dan revitalisasi pedesaan."

Model eVTOL kargo dari AutoFlight telah diterapkan dalam berbagai skenario nyata, termasuk aktivitas operasional di anjungan minyak lepas pantai, transportasi produk pertanian antarkota, hingga penanganan darurat dalam bencana kebakaran. AutoFlight juga berkolaborasi dengan pelanggan global guna mempercepat proses komersialisasi teknologi eVTOL. Selain itu, model eVTOL penumpang berkapasitas enam kursi, V2000EM Prosperity, saat ini tengah menjalani proses sertifikasi kelaikudaraan oleh CAAC dan telah memasuki tahap verifikasi kepatuhan fase IV.

Berita Terkait

Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia
Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang
Shanghai Electric Raih Pesanan Turbin Gas “Heavy-Duty” Pertama di Luar Negeri untuk Proyek 500 MW di Malaysia
Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan
CGTN: BRICS Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Global South
Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi
Zettabyte dan Raku Advanced Tech Menandatangani MOU untuk Pengembangan Pusat Data AI Ramah Lingkungan di Asia
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 02:51 WIB

Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia

Senin, 14 September 2026 - 01:15 WIB

Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang

Senin, 14 September 2026 - 00:00 WIB

Shanghai Electric Raih Pesanan Turbin Gas “Heavy-Duty” Pertama di Luar Negeri untuk Proyek 500 MW di Malaysia

Senin, 14 September 2026 - 00:00 WIB

Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan

Minggu, 13 September 2026 - 05:34 WIB

Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi

Berita Terbaru